"Travel is meeting you." - Critical Eleven, Ika Natassa.




Critical Eleven

Penulis : Ika Natassa

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2015

Harga : 79.000

✈ Sinopsis Critical Eleven 

           Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat––tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing––karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It's when the aircraft is most vulnerable to any danger.
In a way, it's kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah––delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan.
Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa, dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya.
Kini, lima tahun setelah perkenalan itu, Ale dan Anya dihadapkan pada satu tragedi besar yang membuat mereka mempertanyakan pilihan-pilihan yang mereka ambil, termasuk keputusan pada sebelas menit paling penting dalam pertemuan pertama mereka.
Diceritakan bergantian dari sudut pandang Ale dan Anya, setiap babnya merupakan kepingan puzzle yang membuat kita jatuh cinta atau benci kepada karakter-karakternya, atau justru keduanya.

✈✈✈✈✈


     Aldebaran Risjad. He's tall, itu kesan pertama Anya pada Ale. Ale berprofesi sebagai tukang minyak elit. Semasa kuliah berhasil menjadi atlet American Football kampusnya. Paling enggak suka yang namanya surprise, lebih suka di kasur katanya eh. Ale suka kopi, ketoprak, kastengels, udara bebas, buku, film, lego dan kerja, Dari 365 hari, bekerja selama 200 hari. Lebih mirip bang toyib daripada abang tukang minyak kesukaan ibu-ibu, Le. Dulunya Anjis, namun diPHK semenjak 6 bulan yang lalu. 

     Tanya Laetitia Baskoro. Anya cantik. Banget. Itu kesan pertama Ale pada Anya. Anya berprofesi sebagai management consultant. Tujuan hidupnya hanya berasal dari 3 kata. CGK, SIN, ORD, TTE, HKG, LGA, EWR, NRT. Mie pada dasarnya adalah makanan wajib Anya. Hobinya me-rehearse presentasi di depan Ale, selain itu juga ngusel-ngusel di Ale sebelum 6 bulan yang lalu.

     Anya-Ale pertama kali ketemu pas penerbangan di Jakarta-Sidney. Meet-cute mereka itu sederhana tapi berkesan. Perjalanan dimulai dengan Anya yang menghabiskan waktunya mendengar musik dan tertidur selama 3 jam di pundak Ale sang penumpang sebelah yang lagi baca buku. Namun, setelah berpindah dari pulau kapuk dan yah, Anya bangun. Ale senyum. Anya meminta maaf dan dibalas enggak apa-apa kemudian siklus ini diulang dua kali. Akhirnya, dengan usaha dan makian pada diri sendiri, akhirnya Ale mulai mengajak Anya mengobrol, bercanda dan tertawa. Selanjutnya, sepanjang moment ini, aku cuma bisa senyum-senyum sendiri bayangin adegan mereka. Well, kapan ya bisa mengalami "meet-cute" se'cute' ini......

     Setelah sehari berkenalan, Tujuh hari pedekate dan sebulan pacaran. Setahun kemudian, mereka membulatkan tekad untuk membina rumah tangga. Hubungan yang terjalin antara tukang minyak elit dan management consultant bukanlah hal mudah. Selain jarak, durasi waktu mereka bertemu layaknya ulangan harian bersama. Lima minggu masa bekerja dibalas lima minggu libur. Namanya juga cinta, semua itu enggak ada artinya. Mereka menikmati pilihan yang mereka ambil. Enggak ada yang namanya curiga-curiga meski jarak terbentang. Menurutku sendiri, it's amazing. LDR bukan hal mudah untuk dijalani bagi sebagian orang dan akhirnya menyerah, ada pula beberapa orang terus bertahan dan percaya menanti. Seperti Ale-Anya.

     Lima tahun pernikahan mereka dirasakan sangat membuat iri jiwa raga. Ale yang kalem dan pengertian, Anya cerewet tapi perhatian rasanya keluarga kecil mereka berjalan lancar. Namun, itu sebelum 6 bulan lalu, konflik datang menerkam keluarga mereka. Hal yang tidak pernah mereka kira menjadi retaknya hubungan mereka. Ale menjadi lebih pendiam, Anya lebih sering menghindar. Cincin di jari manis masih melekat, namun dinding yang memisah mulai menyekat...

     Ale menyadari kesalahannya dan mencoba sekuat tenaga memperbaiki hubungan mereka yang tahu lagi apa. Hal-hal kecil dan sederhana yang dilakukan oleh Ale untuk Anya membuat Anya tidak pernah bisa berpaling dari Ale. Bagi Anya, amygdala menuju hippocampus selalu macet berujung balik arah jika itu tentang Ale. Buldozer maupun Ahok tak mampu menggusur Ale dari pikiran Anya. But, Cinta saja enggak pernah cukup, guys.
   
     Apakah Ale-Anya bisa mengatasi itu? Menyerah atau bertahan? Silakan diselidiki.

✈✈✈✈✈
   
     Critical Eleven merupakan karya ke-enam Ika Natassa yang "Wah". Emang "wah" semua sih karya Ika Natassa. Selalu menghadirkan nuansa yang berbeda dalam setiap cerita. Reading Critical Eleven feel like Critical Eleven. Tiga menit dibuat terbuai, delapan menit selanjutnya dibuat terguncang. Baca berulang kali, efeknya selalu sama. Tersesat pesona Ale-Anya.

    Menurutku, buku ini lumayan berat. Dilihat dari unsur umur ya soalnya aku sendiri masih SMA jarang memikirkan hal begini tapi recommended buat umur-umur pranikah-nikah. Konflik yang dikemukakan relatif umum untuk masalah rumah tangga. Suatu masalah yang kita pikir sebenarnya bisa saja banyak orang yang mengalami dan mengatasinya, tapi hal tersebut juga bisa membuat hubungan suami-istri berjarak. Tidak semudah yang kita pikirkan. Kerennya cara Ika bercerita Natassa membawa dampak fatal bagi pembaca. Membuat pikiranku terbuka. Masalah yang mungkin biasa saja bagi aku, tapi bisa sangat menghancurkan hidup bagi oranglain. So, don't judge people by cover, kita enggak pernah tahu seberat apapun yang pernah dia hadapi dan alami.
   
     Alur maju-mundur. Aku selalu suka alur maju-mundur, jadi bisa menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi, masalah apa yang mereka hadapi, alasan kenapa mereka begini dan tentu saja kenangan-kenangan kisah mereka yang uh. Adegan mereka diulas secara cantik dan ciamik. Meet-cute mereka di pesawat, Ale melamar Anya, bulan madu mereka, Ale ultah, banyak kilas reka adegan yang "ngena" banget. SAMPAI SEKARANG AKU TETAP PENGIN MEET-CUTE GITU BIAR KAYAK MEREKA UGH.
   
     Menghadirkan tokoh-tokoh yang mudah dicintai. Anya, Ale, Harris, Keara, Raisa, Tini, Pak Sudi, Agnes, Tara.... Mengenal mereka sama saja menambah warna dalam hidupmu. Jangan lupakan Bapak-Ibu Ale-Anya yang selalu memberikan nasihat-nasihat tentang pernikahan. Aku pernah mikir begini, "Daripada sepasang kekasih/suami-istri merasakan sakit dan kecewa karena pasangannya, lebih baik mereka berpisah karena enggak ada alasan lagi mereka untuk bersama.". Setelah baca ini, aku merasa tertampar.
           "Berani menjalin hubungan berarti berani menyerahkan sebagian kendali atas perasaan kita terhadap orang lain. Menerima fakta bahwa sebagian dari rasa kita ditentukan oleh orang yang menjadi pasangan kita." -Anya
            "Dengan kamu, aku sudah bakar jembatan, Nya. I've burned my bridges. There's no turning back. There's no only going forward, with you." -Ale
     Bercerai atau berpisah bukan hal untuk menyelesaikan masalah tapi itu hanya menghindari masalah dan lari dari kenyataan. Bagaimana mungkin berpikir untuk bisa berpisah setiap kali kamu menganggap pasangan kamu adalah hidupmu? Harusnya setiap pasangan berprinsip seperti ini ya, setidaknya tidak mudah berpikir gampang tentang putus-sambung terus dapat lagi. Egoisme tinggi padahal tersakiti.

     Sudut pandang orang pertama masing-masing dipoles cantik oleh Anya-Ale. Aku jadi tahu, apa yang Anya pikir dan rasakan tentang Ale, begitu pula sebaliknya. Kenapa Anya lakuin ini ke Ale, kenapa Ale selalu memperjuangkannya padahal 6 bulan dianggurin enggak pernah diapelin. Ale yang kuat, Anya yang rapuh. Dua hati yang saling melengkapi dan menguatkan. Hanya saja, kadang masing-mading dari diri kita butuh waktu pulih. Karios time.

     Gudangnya pengetahuan umum. Seriously, banyak pengetahuan yang aku dapat dari sini. Mulai tentang otak amygdala dan hippocampus, KPI, bedanya chronos time dan karios time, gimana kerjanya tukang minyak di rig dan alasan kenapa cincin itu diletakkan di jari manis sebelah kiri. Jangan pernah berpikir narasi seperti ini bikin cerita monotan dan membosankan, It's' a big wrong! Hal ini malah mempersedap kisah Anya-Ale.

     Aku suka endingnya enggak menggantung layaknya jemuran. Serius. Tuntas. Bablas. Kelar.

     Kita mencoba menghadapi kehilangan dengan cara yang berbeda dan tak akan mungkin sama.
- Lagu dari Ale untuk Anya


✈✈✈✈✈
     Beberapa kutipan kesukaankku di novel Critical Eleven 
     "Kalau kita sudah memilih yang terbaik, seperti Ayah memilih Ibu dan kamu memilih istri kamu, seperti kita memilih biji kopi terbaik, bukan salah mereka kalau kurang enak. Salah kita yang belum bisa melakukan yang terbaik sehingga mereka juga menunjukkan yang terbaik buat kita."
     "Aku laki-laki yang kamu pilih, Nya, dan sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan kamu mengubah pilihan itu."
     "Whatever happens is neither good or bad. It just happens."
     "Beauty ain't cheap, bro."
     "...Tapi, kalau Anya sepatu mahal untuk diinjak-injak aja harganya udah bikin istighfar, masa untuk melamar dia gue mau pilih cincin yang murah?"
     "Orang yang membuat kita paling terluka biasanya adalah orang yang memegang kunci kesembuhan kita."
     "Some wish remains a wish for as long as we live."
                                                                          ✈✈✈✈✈


Critical Eleven akan difilmkan oleh Starvision and Legacy Pictures. Reza Rahardian sebagai Ale dan Adinia Wirasti sebagai Anya. Untuk pemain, aku sih oke-oke saja. Sejauh ini belum pernah kecewa. Sneak-peek-nya bikin aku semakin enggak kuat menunggu kapan releasenya film ini. 





(posternya agak ngeri)

Harapanku untuk film Critical Eleven 
✈Semoga Reza-Adinia jago memerankan karakter Ale-Anya dengan baik dan sukses. Serius. Jangan kecewakan kami.✈
✈Tidak menghilangkan unsur-unsur sederhana namun bermakna bagi Ale-Anya. Please, jangan digusur terlalu banyak. Aku tak rela.✈
✈Semoga film laris manis dan dapat dinikmati pencinta novel Critical Eleven maupun calon penonton Critical Eleven.✈